The effect of integrating rational emotive behavior therapy and art therapy on self-esteem and resilience

2013 ◽  
Vol 40 (2) ◽  
pp. 179-184 ◽  
Author(s):  
Mahmoud Roghanchi ◽  
Abdul Rashid Mohamad ◽  
See Ching Mey ◽  
Khoda Morad Momeni ◽  
Mohsen Golmohamadian
2018 ◽  
Vol 32 (2) ◽  
pp. 127-135
Author(s):  
Khoiriyah Khoiriyah ◽  
Bakhrudin All Habsy

Self-esteem is an individual assessment that leads to self-evaluation of the results achieved, which are influenced by attitudes, interactions, rewards, and acceptance of others towards the individual. To measure self-esteem in this study using a questionnaire of self-esteem that has a value of total item validity with an R-value of 0.220, and reliability of 0.945, it can be concluded that the questionnaire is reliable and feasible to use as a research instrument. This study aims to determine the effectiveness of the rational emotive behavior group counseling to improve self-esteem of high-school students. This type of research is quantitative with the design of Experiment Pretest and Posttest Control Group Design. Data were analyzed by two nonparametric statistical test`s Independent Mann-Whitney U Sample Test. The results of the hypothesis obtained by the Z value of -2.120 and Asymp numbers. Sig. (2-tailed) which is 0.034, which meant it is smaller than the real level (α / 2 = 0.05), then Ho is rejected, meaning that the counseling of rational emotive behavior groups is effective to improve self-esteem of high-school students. The research was carried out starting from February to July 2018, which took place at SMA Negeri 1 Kutorejo. Based on the results of the research, researchers give suggestions for (1) teacher of Counseling Guidance could apply this rational emotive behavior group counseling as an alternative strategy to improve students’ self-esteem; (2) furthermore, researcher could apply rational emotive behavior counseling on the other psychological aspects or using different techniques for group counseling, so they could learn new knowledge.   References Coopersmith, S. (1967). Antecedents of self esteem. San Fransisco: W.H. Freeman and Company. Corey, G. (2013). Teori dan praktik konseling dan psikoterapi. Bandung: PT Refika Aditama. Geldrad, K., & Geldrad, D. (2011). Konseling keluarga. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Habsy. (2014). Keefektifan konseling kelompok untuk meningkatkan harga diri siswa SMK. Tesis tidak diterbitkan. Malang: PPs UM. Habsy, B. A. (2017a). Model konseling kelompok cognitive behavior untuk meningkatkan self esteem siswa SMK. Perspektif Ilmu Pendidikan, 31(1), 21-35. doi: https://doi.org/10.21009/PIP.311.4 Habsy, B. A. (2017b). Filosofi ilmu bimbingan dan konseling Indonesia. Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik), 2(1), 1-11. doi: http://dx.doi.org/10.26740/jp.v2n1.p1-11 Habsy, B. A. (2018a). Konseling rasional emotif perilaku: Sebuah tinjauan filosofis. Indonesian Journal of Educational Counseling, 2(1), 13-30. doi: https://doi.org/10.30653/001.201821.25 Habsy, B. A. (2018b). Model bimbingan kelompok PPPM untuk mengembangkan pikiran rasional korban bullying siswa SMK etnis Jawa. Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik), 2(2), 91-99. doi: http://dx.doi.org/10.26740/jp.v2n2.p91-99 Hasibuan, R.L. & Wulandari, L.H. (2016). Efektivitas rational emotive behavior therapy (REBT) untuk meningkatkan self esteem pada siswa SMP korban bullying. Jurnal Psikologi, 11, 103-110. Ikbal, M. & Nurjannah, N. (2016). Meningkatkan self esteem dengan menggunakan pendekatan rational emotive behavior therapy pada peserta didik kelas VIII di SMP Muhammadiyah Jati Agung Lampung Selatan tahun pelajaran 2015/2016. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 3(1), 33-46. doi: http://dx.doi.org/10.24042/kons.v3i1.556 Jones, N. (2011). Teori dan praktik konseling dan terapi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Kumalasari, G., Eka, W., & Karsih. (2011). Teori dan teknik konseling. Jakarta: PT Indeks. Maynawati, A. F. R. (2012). Penanganan kasus low self-esteem dalam berinteraksi sosial melalui konseling rational emotif teknik reframing. Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application, 1(1). 15-22. Nursalim, M., & Suradi, S. A. (2002). Layanan bimbingan dan konseling. Surabaya: UNESA University Press. Sari, E. K. W., & Soejanto, L. T. (2016). Keefektifan konseling kelompok REBT untuk meningkatkan self esteem mahasiswa. JKI (Jurnal Konseling Indonesia), 1(2), 101-106. http://ejournal.unikama.ac.id/index.php/JKI/article/view/1622 Suhron, M. (2016). Asuhan keperawatan konsep diri: Self esteem. Ponorogo: UMPO Press. Sukmadinata, N. S. (2003). Landasan psikologi proses pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Young, G. G. (2012). Membaca kepribadian orang. Yogyakarta: Diva Press.


2017 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 73-86
Author(s):  
Muhammad Ikbal ◽  
Nurjannah Nurjannah

Harga diri adalah penilaian seseorang terhadap dirinya sendiri, baik dalam bentuk penilaian negatif dan penilaian positif yang pada akhirnya menghasilkan perasaan yang membawa kepercayaan dalam menjalani hidup. Harga diri yang rendah mempersulit siswa untuk berinteraksi secara sosial. Harga diri masih ditemukan pada siswa kelas VIII di SMP Muhammadiyah 3 Jati Agung sehingga diperlukan upaya untuk mengatasi harga diri rendah melalui konseling individu dengan pendekatan terapi perilaku emotif rasional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain pra-eksperimen dengan satu kelompok pet-posttest dengan sampel 12 siswa kelas VIII di SMP Muhammadiyah Jati Agung pada tahun akademik 2015/2016 yang memiliki tingkat harga diri yang rendah. Berdasarkan uji Wilcoxon pada tabel 4.5, nilai Asymp.Sig (2-tailed) diperoleh 0,002 karena nilai sig 0,002 0,005, dengan perhitungan uji Wilcoxon yang diperoleh Zhitung -3,007 dan Ztable 0,05 = 0,0011, kemudian Zhitung Ztable (-3,007 0,0011)) dengan nilai tanda (2-tailed) sehingga berdasarkan uji Wilcoxon dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa harga diri rendah dapat ditingkatkan dengan menggunakan pendekatan Terapi Perilaku Emosional Rasional. Kemudian, dari data Ho dapat dilihat pada tolak dan Ha yang bertuliskan pendekatan terapi perilaku emotif rasional dapat meningkatkan harga diri siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah Jati Agung Lampung Selatan pada tahun akademik 2015/2016. Saran untuk guru bimbingan konseling agar dapat menggunakan layanan individual melalui pendekatan terapi perilaku emotif rasional untuk meningkatkan harga diri siswa. 007 dan Ztable 0,05 = 0,0011, maka Zhitung Ztable (-3,007 0,0011)) dengan nilai tanda (2-tailed) sehingga berdasarkan uji Wilcoxon dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa harga diri yang rendah dapat ditingkatkan dengan menggunakan pendekatan Terapi Perilaku Emosional Rasional. Kemudian, dari data Ho dapat dilihat pada tolak dan Ha yang bertuliskan pendekatan terapi perilaku emotif rasional dapat meningkatkan harga diri siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah Jati Agung Lampung Selatan pada tahun akademik 2015/2016. Saran untuk guru bimbingan konseling agar dapat menggunakan layanan individual melalui pendekatan terapi perilaku emotif rasional untuk meningkatkan harga diri siswa. 007 dan Ztable 0,05 = 0,0011, maka Zhitung Ztable (-3,007 0,0011)) dengan nilai tanda (2-tailed) sehingga berdasarkan uji Wilcoxon dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa harga diri yang rendah dapat ditingkatkan dengan menggunakan pendekatan Terapi Perilaku Emosional Rasional. Kemudian, dari data Ho dapat dilihat pada tolak dan Ha yang bertuliskan pendekatan terapi perilaku emotif rasional dapat meningkatkan harga diri siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah Jati Agung Lampung Selatan pada tahun akademik 2015/2016. Saran untuk guru bimbingan konseling agar dapat menggunakan layanan individual melalui pendekatan terapi perilaku emotif rasional untuk meningkatkan harga diri siswa. 0011)) dengan nilai tanda (2-tailed) sehingga berdasarkan uji Wilcoxon dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa harga diri rendah dapat ditingkatkan dengan menggunakan pendekatan Terapi Perilaku Emotif Perilaku Emosional . Kemudian, dari data Ho dapat dilihat pada tolak dan Ha yang bertuliskan pendekatan terapi perilaku emotif rasional dapat meningkatkan harga diri siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah Jati Agung Lampung Selatan pada tahun akademik 2015/2016. Saran untuk guru bimbingan konseling agar dapat menggunakan layanan individual melalui pendekatan terapi perilaku emotif rasional untuk meningkatkan harga diri siswa. 0011)) dengan nilai tanda (2-tailed) sehingga berdasarkan uji Wilcoxon dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa harga diri rendah dapat ditingkatkan dengan menggunakan pendekatan Terapi Perilaku Emotif Perilaku Emosional . Kemudian, dari data Ho dapat dilihat pada tolak dan Ha yang bertuliskan pendekatan terapi perilaku emotif rasional dapat meningkatkan harga diri siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah Jati Agung Lampung Selatan pada tahun akademik 2015/2016. Saran untuk guru bimbingan konseling agar dapat menggunakan layanan individual melalui pendekatan terapi perilaku emotif rasional untuk meningkatkan harga diri siswa. dari data Ho dapat dilihat pada tolak dan Ha yang bertuliskan pendekatan terapi perilaku emotif rasional dapat meningkatkan harga diri siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah Jati Agung Lampung Selatan pada tahun akademik 2015/2016. Saran untuk guru bimbingan konseling agar dapat menggunakan layanan individual melalui pendekatan terapi perilaku emotif rasional untuk meningkatkan harga diri siswa. dari data Ho dapat dilihat pada tolak dan Ha yang bertuliskan pendekatan terapi perilaku emotif rasional dapat meningkatkan harga diri siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah Jati Agung Lampung Selatan pada tahun akademik 2015/2016. Saran untuk guru bimbingan konseling agar dapat menggunakan layanan individual melalui pendekatan terapi perilaku emotif rasional untuk meningkatkan harga diri siswa.


2019 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 21-27
Author(s):  
Pradita Anggi Ayungingtyas ◽  
Sesya Dias Mumpuni ◽  
Achmad Suhud

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kondisi awal anggota difabel, Hubungan antara tingkat self-esteem dengan penampilan dan Proses konseling Rational Emotive Behavior Therapy dalam meningkatkan self-esteem pada penampilan difabel di Difabel Slawi Mandiri Kabupaten Tegal. Metode penelitian ini menggunakan mix methods (kuantitatif dan kualitataif). Sampel penelitian adalah 30-35 anggota difabel menggunakan teknik purposive sampling. Alat pengumpulan data berupa skala, observasi dan wawancara. Teknik analisa data Kuantitatif melalui Uji validitas dengan rumus Pearson Product moment, uji reliabilitas dengan rumus alpha cornbach�s dan analisis korelasi. Sedangkan analisis data kualitatif melalui triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai thitung 3,6373 > ttabel 2,042 (df=n-k | 32-2=30), maka ada hubungan antara variabel self-esteem dengan penampilan difabel. Kondisi awal self-esteem difabel dikategorikan sangat rendah (6%), (25%) dalam kategori rendah, (25%) dalam kategori cukup, (22%) dalam kategori sedang, (13%) dalam kategori tinggi, dan (9%) dalam kategori sangat tinggi. Peneliti mengambil satu responden dari dua responden yang memiliki self-esteem sangat rendah untuk di konseling. Dari hasil pengamatan konseling, terdapat perubahan positif dalam diri konseli untuk menjadi pribadi mandiri.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document