Effect of feeding organic acid treated maize (Zea mays L.) on growth and reproduction of albino rats (Rattus norvegicus albinicus) and Indian desert gerbils (Meriones hurrianae, jerdon)

1988 ◽  
Vol 97 (2) ◽  
pp. 161-167 ◽  
Author(s):  
Ameeta Banerjee ◽  
Yashoda L Urs ◽  
S K Majumder
Planta ◽  
1995 ◽  
Vol 196 (4) ◽  
pp. 788-795 ◽  
Author(s):  
Didier M. Pellet ◽  
David L. Grunes ◽  
Leon V. Kochian

Planta ◽  
1995 ◽  
Vol 196 (4) ◽  
Author(s):  
DidierM. Pellet ◽  
DavidL. Grunes ◽  
LeonV. Kochian

2006 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 52-63 ◽  
Author(s):  
Radhouane Chaffai ◽  
Mohamed Anis Elhammadi ◽  
Tini Nouhou Seybou ◽  
Ali Tekitek ◽  
Ezzedine El Ferjani

2019 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
pp. 70-75
Author(s):  
I Gusti Agung Ayu Kusuma Wardani

Diuretika adalah zat yang bekerja langsung pada ginjal dengan meningkatkan produksi urine. Diuretika dipakai pada pengobatan edema, hipertensi, dan batu ginjal. Tongkol jagung merupakan salah satu bahan alam yang belum dimanfaatkan secara maksimal untuk pengobatan, namun mengandung senyawa flavonoid yang dapat berfungsi sebagai diuretika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak tongkol jagung (Zea mays L.) sebagai diuretika pada tikus putih jantan galur wistar (Rattus Norvegicus). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan yang digunakan yaitu randomized control group post test only design, dengan menggunakan 28 ekor tikus putih jantan yang dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan. Kelompok kontrol negatif (P1) diberikan CMC - Na, kelompok kontrol positif (P2) diberikan suspensi furosemide, sedangkan kelompok perlakuan 1 (P3) diberikan suspensi ekstrak tongkol jagung 250 mg/KgBB dan kelompok perlakuan 2 (P4) diberikan ekstrak tongkol jagung 500 mg/KgBB secara oral. Data dianalisis secara statistika menggunakan SPSS ver.16, diketahui bahwa paling tidak terdapat perbedaan antara dua kelompok dengan nilai p < 0,05 yang didapat dari uji Kruskall Wallis, kemudian dilanjutkan dengan uji Mann-Withney untuk melihat adanya perbedaan antara tiap kelompok dan didapatkan hasil yaitu terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol negatif (CMC-Na) dengan kelompok kontrol positif (furosemide), ekstrak tongkol jagung dosis 250 mg/KgBB dan ekstrak tongkol jagung dosis 500 mg/KgBB dengan nilai p < 0,05 sedangkan kelompok kontrol positif (furosemide) tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan kelompok ekstrak tongkol jagung 500 mg/KgBB dengan nilai p > 0,05.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document