Effect of fractions of horse and fetal bovine serum on neoplastic conversion of C3H mouse cells in tissue culture

In Vitro ◽  
1971 ◽  
Vol 6 (6) ◽  
pp. 437-440 ◽  
Author(s):  
Floyd M. Price ◽  
R. Raymond Gantt ◽  
Virginia J. Evans
1993 ◽  
Vol 29 (3) ◽  
pp. 235-238 ◽  
Author(s):  
Kathleen H. Mortell ◽  
Alan D. Marmorstein ◽  
Eva B. Cramer

2005 ◽  
Vol 53 (3) ◽  
pp. 299-307 ◽  
Author(s):  
Susan Szathmáry ◽  
Nandani Rajapakse ◽  
Ibolya Székely ◽  
E. Pitlik ◽  
Judit Bíró ◽  
...  

The capture of mycoplasmas (M. hominis, M. buccale, M. fermentans, M. bovis, M. synoviae, M. gallisepticum and M. arthritidis) based on lipid structures and adhesion molecules present in the mycoplasmal membrane was tested using different chromatographic resins (ActiClean Etox, ClarEtox, Heparin-Actigel, Sulfated Hiflow and SulfEtox). All of the resins efficiently reduced mycoplasma concentrations in Phosphate Buffered Saline (PBS) and in Fetal Bovine Serum (FBS) by 3-8 logs in a few minutes. This technology could be used for removing mycoplasmas from tissue culture components such as serum, and for concentrating mycoplasmas in vaccine production.


2004 ◽  
Vol 18 (1) ◽  
pp. 1-12 ◽  
Author(s):  
J. van der Valk ◽  
D. Mellor ◽  
R. Brands ◽  
R. Fischer ◽  
F. Gruber ◽  
...  

Author(s):  
Mohamad Agus Setiadi ◽  
Ni Wayan Kurniani Karja

Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan perkembangan awal embrio sapi in vitro menggunakan media tunggal untuk maturasi, fertilisasi, dan kultur berbahan dasar tissue culture medium (TCM) 199. Oosit sapi dikumpulkan dari rumah potong hewan dengan teknik aspirasi dan diklasifikasikan berdasarkan kekompakan sel kumulus dan sitoplasma yang homogen. Oosit dimaturasi pada medium TCM 199 yang disuplementasi dengan 10 IU/ml pregnant mare’s serum gonadotropin (PMSG), 10 IU/ml human chorionic gonadotropin (hCG), dan 10% fetal bovine serum (FBS), dilakukan selama 24 jam pada inkubator 5% CO2, 39 C. Fertilisasi dilakukan pada dua media yang berbeda yaitu media rutin fertilisasi dan media berbahan dasar TCM 199 dengan suplemen bovine serum albumin (BSA) dan heparin. Setelah fertilisasi, kumulus sel dihilangkan (denudasi), kemudian dikultur pada media TCM 199 yang disuplementasi dengan asam amino esensial dan non-esensial serta 10% FBS selama 3 hari. Hasil penelitian menunjukkan tingkat maturasi oosit pada sistem yang digunakan mampu mendukung 81,5% oosit mencapai tahap metafase II (M-II). Tingkat pembelahan embrio lebih tinggi pada media rutin dibandingkan dengan media TCM 199 yakni masing-masing 44,4 dan 23,2%. Jumlah embrio tahap 4-8 sel pada kedua perlakuan tidak berbeda nyata. Dapat disimpulkan media tunggal berbasis TCM dapat digunakan untuk produksi embrio in vitro.


In Vitro ◽  
1971 ◽  
Vol 7 (3) ◽  
pp. 174-189 ◽  
Author(s):  
C. W. Boone ◽  
N. Mantel ◽  
T. D. Caruso ◽  
E. Kazam ◽  
R. E. Stevenson

2014 ◽  
Author(s):  
Seon-A Choi ◽  
Seong-Eun Mun ◽  
Pil-Soo Jeong ◽  
Hae-Jun Yang ◽  
Seung-Bin Yoon ◽  
...  

Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document