Program of the Fourth International Congress on Stress Management of the International Stress Management Association

1994 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 115-128
2021 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
pp. 55
Author(s):  
Laras Sitoayu ◽  
Ismi Aminatyas ◽  
Dudung Angkasa ◽  
Nazhif Gifari ◽  
Yulia Wahyuni

<span lang="IN">Masalah gizi pada remaja di Indonesia muncul akibat ketidakseimbangan antara konsumsi zat gizi dengan kecukupan gizi yang diperlukan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan konsumsi makanan cepat saji, tingkat stres dan kualitas tidur terhadap status gizi pada remaja putra SMA DKI Jakarta. </span><span lang="EN-US">Rancanga</span><span lang="IN">n penelitian </span><span lang="EN-US">adalah</span><em><span lang="IN">cross</span><span lang="EN-US">-</span><span lang="IN">sectional</span><span lang="EN-US"> study </span></em><span lang="EN-US">dengan jumlah r</span><span lang="IN">esponden 160 </span><span lang="EN-US">orang </span><span lang="IN">remaja putra. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner FFQ, ISMA (<em>International Stress Management Association</em>) dan PSQI (<em>Pittburgh Sleep Quality Index)</em>. Analisis data menggunakan uji <em>chi-square</em>. Hasil menunju</span><span lang="EN-US">k</span><span lang="IN">kan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres terhadap status gizi (<em>p-value</em> = 0,017). Namun, tidak ada hubungan yang signifikan antara konsumsi makanan cepat saji (<em>p-value</em> = 0,210) dan kualitas tidur (<em>p-value</em> = 0,165) terhadap status gizi. Bagi remaja putra diharapkan untuk lebih meningkatkan makanan bergizi seimbang serta memiliki tingkat stres dan kualitas tidur yang baik agar dapat mencapai status gizi normal</span>


2019 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 133-140
Author(s):  
Hanif Rizqi Diniari

Abstract              Workers’ workload in the work place can cause the difference of work performance. One of the effect is job stress on the workers. Job stress can caused by workload factor in the work place, one of the workload is mental workload. The purpose of this research was to analyze job stress on workers in PT. Kerta Rajasa Raya. This research was an observational descriptive research, using cross sectional approach. The sample of this research was 47 morning shift-workers in Circulator Loom Unit PT. Kerta Rajasa Raya. The technique of collecting sample was total sampling method. The collected data was mental workload assessment that use NASA-TLX questionnaire, fulfillment of job stress measurement that use questionnaire which adopted from International Stress Management Association (ISMA). Data analysis was using Spearman Correlation test. The result of the research shown that most workers has mental workload with medium category (53,2%) and job stress with medium category (76,6%). Correlation coefficient (r) between mental workload and job stress is 0,186. This shows that there was a very weak correlation between mental workload and job stress on workers in PT. Kerta Rajasa Raya. Based on this data, it can be concluded that mental workload is not factor that caused job stress. It is suggested for the related company to do some efforts to reduce the level of job stress by holding a routine exercise and recreation to the workers. Beside that, it is suggested to make a job rotation to the workers. Keywords: Job Stress, Mental Workload Abstrak             Beban kerja yang didapat pekerja di tempat kerja dapat mempengaruhi performa kerja. Salah satu efek turunnya performa kerja yaitu terjadinya stres kerja yang dialami pekerja. Stres kerja dapat terjadi karena adanya faktor beban kerja di tempat kerja, salah satunya yaitu beban kerja mental. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stres kerja akibat beban kerja mental pada pekerja PT. Kerta Rajasa Raya. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif, menggunakan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian sebesar 47 orang yang merupakan seluruh pekerja shift pagi pada Unit Circulator Loom PT. Kerta Rajasa Raya. Cara pengambilan sampel pada penelitian ini adalah total populasi. Pengumpulan data meliputi penilaian beban kerja mental dengan pengisian kuesioner NASA-TLX, pengisian kuesioner pengukuran stres kerja dengan menggunakan kuesioner yang diadopsi dari International Stress Management Association (ISMA). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pekerja memiliki beban kerja mental sedang (53,2%) dan mengalami stres kerja kategori sedang (76,6%). Nilai koefisien korelasi (r) antara beban kerja mental dengan stres kerja sebesar 0,186. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang sangat lemah antara beban kerja mental dengan stres kerja pada pekerja PT. Kerta Rajasa Raya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah beban kerja mental tidak menjadi faktor yang menyebabkan terjadinya stres kerja. Sebaiknya perlu dilakukan upaya untuk mengurangi stres kerja yang dialami pekerja dengan cara mengadakan kegiatan olahraga dan rekreasi bersama secara berkala oleh pihak perusahaan serta melakukan rotasi kerja pada pekerja. Kata Kunci: Stres Kerja, Beban Kerja Mental


Author(s):  
Oluwasiji O Olaitan

Central obesity poses more threat to human health than general obesity and stress increases its presentation. This study assessed prevalence of central obesity and stress, and their association with hypertension. Two hundred and eighty-three health workers in Jos Teaching Hospital, Plateau State, Nigeria were randomly selected. Socio-demographic characteristics and lifestyles (physical activity, alcohol intake, smoking and stress) were evaluated by semi-structured and International Stress Management Association Questionnaire. Central obesity was determined by waist circumference.


1984 ◽  
Vol 48 (4) ◽  
pp. 196-202 ◽  
Author(s):  
DA Tisdelle ◽  
DJ Hansen ◽  
JS St Lawrence ◽  
JC Brown

Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document