Electric aided and bud pollination: which method to use for self-seed production in cole crops (Brassica oleracea L.)?

Euphytica ◽  
1973 ◽  
Vol 22 (2) ◽  
pp. 260-263 ◽  
Author(s):  
H. P. J. R. Roggen ◽  
A. J. Van Dijk
2010 ◽  
Vol 64 (2) ◽  
pp. 109-123 ◽  
Author(s):  
Lorenzo Maggioni ◽  
Roland von Bothmer ◽  
Gert Poulsen ◽  
Ferdinando Branca

1979 ◽  
Vol 21 (4) ◽  
pp. 479-485 ◽  
Author(s):  
Gilbert D. McCollum

A series of crosses to develop cytoplasmic male sterility in the cole crops by transferring the Brassica oleracea L. (2n = 18) genome into the cytoplasm of radish (Raphanus sativus L., 2n = 18) through the amphidiploid Raphanobrassica (2n = 4x = 36) was terminated because of complete seed sterility of the only two BC6 hybrid plants obtained. There was no improvement of seed set in six backcrosses to diploid B. oleracea, and the chromosome numbers of the few plants producing seeds were higher than expected, frequently being close to the triploid number (2n = 3x = 27) of the BC1. Zygotes with less than two radish chromosomes were not found; those with less than four were few; and those with less than six rarely produced offspring.


Planta Medica ◽  
2008 ◽  
Vol 74 (09) ◽  
Author(s):  
BM Silva ◽  
AP Oliveira ◽  
DM Pereira ◽  
C Sousa ◽  
RM Seabra ◽  
...  

2019 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 133
Author(s):  
Mario Febrianus Helan Sani ◽  
Setyowati Setyowati ◽  
Sri Kadaryati

Latar Belakang: Beta-karoten merupakan salah satu isomer karoten yang bisa ditemukan pada sayuran berwarna hijau tua atau kuning tua (seperti wortel dan brokoli). Brokoli merupakan sayuran yang memiliki kandungan beta-karoten yang cukup tinggi, yaitu 623 IU/100 gram. Namun, proses pengolahan brokoli menjadi hidangan dapat menurunkan kandungan beta-karotennya. Tujuan: Mengetahui pengaruh teknik pengolahan terhadap kandungan beta-karoten pada brokoli. Metode: Jenis penelitian ini adalah observational di laboratorium. Penelitian ini menggunakan rancangan acak sederhana dengan dua kali pengulangan dan satu unit percobaan. Teknik pengolahan yang dilakukan adalah merebus, mengukus, dan menumis. Brokoli mentah digunakan sebagai kontrol. Penelitian dilakukan pada bulan Februari–Maret 2017. Analisis kadar beta-karoten dilakukan di Laboratorium Chem-mix Pratama Yogyakarta dengan metode spektrofotometri. Hasil: Kadar beta-karoten tertinggi terdapat pada brokoli mentah diikuti dengan brokoli yang ditumis, dikukus dan direbus. Persen penurunan kadar beta-karoten yang direbus, dikukus dan ditumis dibandingkan dengan brokoli mentah masing-masing sebesar 45,87%, 33,52% dan 22,25%. Ada penurunan kadar beta-karoten yang signifikan setelah direbus, ditumis, maupun dikukus dibandingkan dengan brokoli segar (p<0,05). Kesimpulan: Kadar beta-karoten pada brokoli mengalami penurunan setelah dilakukan pengolahan dengan cara direbus, dikukus, dan ditumis. Merebus mengakibatkan penurunan kadar betakaroten terbanyak dibandingkan dengan kedua proses lainnya.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document