scholarly journals A century‐long record of plant evolution reconstructed from a coastal marsh seed bank

2021 ◽  
Author(s):  
Michael J. Blum ◽  
Colin J. Saunders ◽  
Jason S. McLachlan ◽  
Jennifer Summers ◽  
Christopher Craft ◽  
...  
Phytotaxa ◽  
2021 ◽  
Vol 487 (3) ◽  
pp. 205-232
Author(s):  
GISELE CATIAN ◽  
GABRIEL TIRINTAN DE LIMA ◽  
VITORIA SILVA FABIANO ◽  
VINÍCIUS MANVAILER GONÇALVES ◽  
EDNA SCREMIN-DIAS

As a major component in plant evolution and reproduction, diaspores are often central to research, not only in botany, but also in zoology, ecology, and limnology. Yet, identification of these structures without the original plant is difficult and hinder the development of research in cases in which the mother plant is not known e.g. in seed bank research or studies with animals (stomach contents, feces, nests) that are associated with diaspores. This guide is a novel resource to the identification of the main species of the Pantanal’s aquatic flora, with high quality photographs of diaspores—except for grass-like Cyperaceae. Diaspores were collected from 53 species (22 families) that occur in different water bodies in the Pantanal. Photographs were organized in plates in alphabetical order of plant families according to APG IV. Among represented taxa are macroalgae (Chara and Nitella), ferns (Salvinia and Marsilea) and Angiosperms (Onagraceae (7), Fabaceae (7), Alismataceae (6), and Polygonaceae (5) presented the highest number of species). This guide also can contribute to insights into community patterns prior to disturbances, carried out through seed bank identification, important in environmental restoration work.


2019 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 73-83
Author(s):  
Raihan Fadhil Muhammad ◽  
Budi Waluyo

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari variabilitas genetik, heritabilitas, dan menyeleksi penampilan genotipe karakter agronomi unggul pada 57 galur sawi untuk digunakan dalam bahan baku konsumsi dan industri. Penelitian ini dilaksanakan di Seed Bank and Nursery, Agrotechno Park Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang pada bulan Desember 2018 – April 2019. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah rancangan acak kelompok diperluas (augmented design). Perlakuan yang diberikan adalah 60 genotipe sawi yang terdiri dari 57 genotipe yang diuji dan 3 varietas sebagai cek. Genotipe yang diuji akan disebar kedalam 5 blok, sedangkan tiga varietas cek akan ditanam pada setiap blok, sehingga terdapat 72 satuan percobaan. Variabel pengamatan karakter agronomi terdiri dari 15 karakter kualitatif dan 24 karakter kuantitatif. Variabilitas yang luas terdapat pada karakter biji per polong, jumlah polong per tanaman, dan berat segar. Heritabilitas tinggi terdapat pada karakter panjang kotiledon, jumlah daun konsumsi, berat segar, umur panen benih, jumlah polong per tanaman, panjang polong, lebar polong, dan jumlah biji per polong. Terdapat galur-galur sawi yang mempunyai karakter unggul untuk bahan baku konsumsi dan industri.


2007 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
pp. 15-24 ◽  
Author(s):  
J. Bhattacharjee ◽  
D. Haukos ◽  
J. Neaville

2019 ◽  
Vol 4 (1) ◽  
pp. 1
Author(s):  
Sri Jayanthi, Zulfan Arico

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keanekaragaman jenis tumbuhan penyusun vegatasi kawasan ekosistem Taman Nasional Gunung Leuser yang mengalami kerusakan akibat pembukaan perkebunan kelapa sawit dengan menggunakan teknologi seed bank. Waktu penelitian berlangsung mulai bulan April sampai September 2018. Pengambilan sampel tanah menggunakan metode jalur. Pada jalur pengamatan diambil cuplikan sampel tanah sesuai dengan kondisi tutupan tajuk dan kerapatan vegetasi yang dibagi menjadi 3 titik yaitu jarang, sedang dan rapat. Kemudian masing-masing titik diambil sampel tanah secara random  sebanyak 3 kali ulangan dengan menggunakan kotak besi berukuran 25 x 25 cm sedalam: (i) 0-5 cm, (ii) 5-10 cm, (iii) 10-15 cm. Tanah kemudian dimasukkan kedalam kantong plastik dengan menggunakan cangkul kemudian diberi label.ampel tanah kemudian disimpan di dalam rumah kaca untuk selanjutnya dilakukan uji perkecambahan. Informasi tentang cadangan biji di dalam tanah penting dalam studi ekologi komunitas karena dapat menggambarkan vegetasi yang ada di atasnya dan mengetahui potensi jenis tanaman lain yang akan tumbuh di habitat tersebut. Dari hasil penelitian ditemukan 13 famili dengan 18 jenis yang tumbuh pada bak-bak penelitian yang terdiri dari 7 jenis pohon dan 11 jenis golongan tumbuhan bawah dengan jumlah seluruhnya adalah 366 spesies. Dari hasil kekayaan jenis kecambah yang tumbuh pada bak pengamatan didapatkan nilai KR, FR dan INP tertinggi terdapat pada jenis Melastoma malabathricum dengan nilai KR (63,115 %), nilai FR (32,692 %) dan INP (95,807 %). Sedangkan untuk nilai terendah terdapat pada jenis Cocculus hirsutus dengan nilai KR (0,273 %), FR (0,962 %) dan INP (1,235 %). Jenis dan jumlah kecambah sangat dipengaruhi oleh ketinggian tempat dan tidak dipengaruhi oleh kedalaman tanah. Jumlah biji terbanyak yang ditemukan di lantai hutan adalah jenis Macaranga gigantea yaitu 28 biji dan jumlah biji terendah yang ditemukan adalah jenis Villebrunea rubescens, yaitu sebanyak 7 biji.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document