scholarly journals Rhododendron maximumimpacts seed bank composition and richness followingTsuga canadensisloss in riparian forests

Ecosphere ◽  
2018 ◽  
Vol 9 (4) ◽  
Author(s):  
Tristan M. Cofer ◽  
Katherine J. Elliott ◽  
Janis K. Bush ◽  
Chelcy F. Miniat
Keyword(s):  
2016 ◽  
Vol 2016 ◽  
pp. 1-10 ◽  
Author(s):  
Isabel Cabra-Rivas ◽  
Pilar Castro-Díez

We compared potential germination success (i.e., percentage of produced seeds that germinate under optimal conditions), the percentage of empty and insect-damaged seeds, germinability (Gmax), and time to germination (Tgerm) between the exoticsAilanthus altissima,Robinia pseudoacacia,andUlmus pumilaand two coexisting native trees (Fraxinus angustifoliaandUlmus minor) in the riparian forests of Central Spain. Additionally, we tested the effect of seed age, seed bank type (canopy or soil) and population onGmaxandTgermofA. altissimaandR. pseudoacacia, which are seed-banking species. Species ranked by their potential germination success wereA. altissima>U. pumila>R. pseudoacacia>U. minor>F. angustifolia. The combination of a highGmaxand negligible seed insect-damage providedA. altissimawith a potential germination advantage over the natives, which were the least successful due to an extremely high percentage of empty seeds or a very lowGmax.R. pseudoacaciashowed high vulnerability to insect seed predation which might be compensated with the maintenance of persistent seed banks with highGmax.GmaxandTgermwere strongly affected by seed age in the seed-banking invaders, but between-seed bank variation ofGmaxandTgermdid not show a consistent pattern across species and populations.


2019 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 73-83
Author(s):  
Raihan Fadhil Muhammad ◽  
Budi Waluyo

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari variabilitas genetik, heritabilitas, dan menyeleksi penampilan genotipe karakter agronomi unggul pada 57 galur sawi untuk digunakan dalam bahan baku konsumsi dan industri. Penelitian ini dilaksanakan di Seed Bank and Nursery, Agrotechno Park Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang pada bulan Desember 2018 – April 2019. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah rancangan acak kelompok diperluas (augmented design). Perlakuan yang diberikan adalah 60 genotipe sawi yang terdiri dari 57 genotipe yang diuji dan 3 varietas sebagai cek. Genotipe yang diuji akan disebar kedalam 5 blok, sedangkan tiga varietas cek akan ditanam pada setiap blok, sehingga terdapat 72 satuan percobaan. Variabel pengamatan karakter agronomi terdiri dari 15 karakter kualitatif dan 24 karakter kuantitatif. Variabilitas yang luas terdapat pada karakter biji per polong, jumlah polong per tanaman, dan berat segar. Heritabilitas tinggi terdapat pada karakter panjang kotiledon, jumlah daun konsumsi, berat segar, umur panen benih, jumlah polong per tanaman, panjang polong, lebar polong, dan jumlah biji per polong. Terdapat galur-galur sawi yang mempunyai karakter unggul untuk bahan baku konsumsi dan industri.


2019 ◽  
Vol 4 (1) ◽  
pp. 1
Author(s):  
Sri Jayanthi, Zulfan Arico

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keanekaragaman jenis tumbuhan penyusun vegatasi kawasan ekosistem Taman Nasional Gunung Leuser yang mengalami kerusakan akibat pembukaan perkebunan kelapa sawit dengan menggunakan teknologi seed bank. Waktu penelitian berlangsung mulai bulan April sampai September 2018. Pengambilan sampel tanah menggunakan metode jalur. Pada jalur pengamatan diambil cuplikan sampel tanah sesuai dengan kondisi tutupan tajuk dan kerapatan vegetasi yang dibagi menjadi 3 titik yaitu jarang, sedang dan rapat. Kemudian masing-masing titik diambil sampel tanah secara random  sebanyak 3 kali ulangan dengan menggunakan kotak besi berukuran 25 x 25 cm sedalam: (i) 0-5 cm, (ii) 5-10 cm, (iii) 10-15 cm. Tanah kemudian dimasukkan kedalam kantong plastik dengan menggunakan cangkul kemudian diberi label.ampel tanah kemudian disimpan di dalam rumah kaca untuk selanjutnya dilakukan uji perkecambahan. Informasi tentang cadangan biji di dalam tanah penting dalam studi ekologi komunitas karena dapat menggambarkan vegetasi yang ada di atasnya dan mengetahui potensi jenis tanaman lain yang akan tumbuh di habitat tersebut. Dari hasil penelitian ditemukan 13 famili dengan 18 jenis yang tumbuh pada bak-bak penelitian yang terdiri dari 7 jenis pohon dan 11 jenis golongan tumbuhan bawah dengan jumlah seluruhnya adalah 366 spesies. Dari hasil kekayaan jenis kecambah yang tumbuh pada bak pengamatan didapatkan nilai KR, FR dan INP tertinggi terdapat pada jenis Melastoma malabathricum dengan nilai KR (63,115 %), nilai FR (32,692 %) dan INP (95,807 %). Sedangkan untuk nilai terendah terdapat pada jenis Cocculus hirsutus dengan nilai KR (0,273 %), FR (0,962 %) dan INP (1,235 %). Jenis dan jumlah kecambah sangat dipengaruhi oleh ketinggian tempat dan tidak dipengaruhi oleh kedalaman tanah. Jumlah biji terbanyak yang ditemukan di lantai hutan adalah jenis Macaranga gigantea yaitu 28 biji dan jumlah biji terendah yang ditemukan adalah jenis Villebrunea rubescens, yaitu sebanyak 7 biji.


2010 ◽  
Vol 26 (5) ◽  
pp. 714-719
Author(s):  
Ming LI ◽  
De-ming JIANG ◽  
Yong-ming LUO ◽  
Xiu-mei WANG ◽  
Bo LIU ◽  
...  

Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document