A Highly Sensitive Molecular Detection Platform for Robust and Facile Diagnosis of Middle East Respiratory Syndrome (MERS) Corona Virus

2016 ◽  
Vol 5 (17) ◽  
pp. 2168-2173 ◽  
Author(s):  
Il Young Jung ◽  
Jae Bem You ◽  
Bo Ram Choi ◽  
Ji Su Kim ◽  
Hyun Kyung Lee ◽  
...  
2020 ◽  
Vol 9 (2) ◽  
pp. 21-25
Author(s):  
Erika Untari Dewi

Corona virus adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat. Ada setidaknya dua jenis coronavirus yang diketahui menyebabkan penyakit yang dapat menimbulkan gejala berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus penyebab COVID-19 ini dinamakan Sars-CoV-2. (Kemenkes, 2020). Pencegahan dan penanggulangan penyakit yang penting adalah dengan cara memutus rantai penularan, yaitu dengan menghentikan agen masuk ke pejamu dan pencegahan yang mengarah pada upaya penanggulangan faktor risiko penyakit, seperti perilaku yang merupakan akumulasi dari pengetahuan dan sikap terhadap kesehatan seseorang untuk terbebas dari penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku masyarakat dalam pencegahan penularan Covid-19. Desain yang digunakan pada penelitian ini deskriptif korelasi. Dalam penelitian ini menggunakan variabel independen dan dependen. Populasi dari Penelitian ini adalah masyarakat binaan Ners Stikes William Booth. Sampel yang digunakan 70 orang dengan menggunakan teknik total sampling. Pengambilan data dengan kuisioner. Data diperoleh dari hasil kuisoner, data yang terkumpul ditabulasi dengan tabel dan dikonfirmasikan dalam bentuk tabel. Dari hasil penelitian ini didapatkan hasil dari empat faktor yang mempengaruhi perilaku pencegahan penularan Covid-19 yakni factor usia, tingkat Pendidikan, pekerjaan, sosial ekonomi dan tingkat pengetahuan, ternyata faktor tingkat pengetahuan yang mempengaruhi perilaku pencegahan penularan Covid-19. Berdasarakan hasil penelitian ini sehingga untuk meningkatkan perilaku pencegahan penularan Covid-19 diperlukan Pendidikan kesehatan kepada masyarakat secara terus-menerus dan berkesinambungan.


2016 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
Author(s):  
Novie H. Rampengan

Abstract: Middle East Respiratory Syndrome (MERS) is a respiratory disease caused by Corona virus (MERS-CoV). This virus was first reported in 2012 in Saudi Arabia. World Health Organization (WHO) reported that until June 2015 there were 26 countries infected by MERS-CoV with a total of 1,334 laboratory confirmed cases of MERS-CoV infection and 471 deaths. According to WHO as many as 75% of MERS-CoV cases are secondary cases, obtained from other infected people. In mid 2015 it is reported that MERS-CoV attacked South Korea with 172 confirmed cases of MERS-CoV and 27 deaths. There are no approved antiviral agents for the treatment of MERS-CoV infection or vaccine available for the prevention of MERS-CoV. MERS cases are treated with supportive therapy such as hydration, antipyretics, analgesics, respiratory support, and antibiotics in case of secondary infectionKeywords: Middle East Respiratory Syndrome, Corona virus, treatmentAbstrak: Middle East Respiratory Syndrome (MERS) merupakan penyakit saluran napas yang disebabkan oleh Corona virus (MERS-CoV). Virus ini pertama kali dilaporkan pada tahun 2012 di Arab Saudi. WHO melaporkan bahwa sampai Juni 2015 terdapat 26 negara terinfeksi MERS-CoV dengan total 1.334 kasus yang dikonfirmasi laboratorium terinfeksi MERS-CoV dan 471 kematian. Menurut WHO sebanyak 75% dari kasus MERS-CoV merupakan kasus sekunder, yaitu diperoleh dari orang lain yang terinfeksi. Pada pertengahan tahun 2015 dilaporkan MERS-CoV menyerang Korea Selatan dengan 172 kasus yang dikonfirmasi laboratorium terinfeksi MERS-CoV dan 27 kematian. Belum ada antivirus yang disetujui untuk pengobatan infeksi MERS-CoV atau vaksin yang tersedia untuk pencegahan MERS-CoV. Penanganan MERS-CoV dengan terapi suportif berupa hidrasi, antipiretik, analgetik, bantuan pernapasan, dan antibiotik bila terjadi infeksi sekunder.Kata kunci: Middle East Respiratory Syndrome, Corona virus, penanganan


Author(s):  
Aisha M. Al-Osail ◽  
Marwan J. Al-Wazzah

Corona viruses cause common cold, and infections caused by corona viruses are generally self-resolving. During the last 4 years, corona viruses have become the most important viruses worldwide because of the occurrence of several recent deaths caused by corona viruses in Saudi Arabia. Spread of the infection occurred worldwide; however, most cases of mortality have occurred in the Middle East. Owing to the predominance of outbreaks in the Middle Eastern countries, the virus was renamed a Middle East respiratory syndrome corona virus (MERS-CoV) by the Corona virus Study Group. The Center for Diseases Control and Prevention and World Health Organization maintain a website that is updated frequently with new cases of MERS-CoV infection. In this review, we describe the history and epidemiology of this novel virus. Studies of the genetics and molecular mechanisms of this virus are expected to facilitate the development of vaccines in the future.


2021 ◽  
Author(s):  
Ayu Sutrah

Saat ini bumi sedang sedang ditimpa musibah besar, yaitu wabah atau virusyang biasa dikenal dengan Covid-19 atau virus korona. Virus ini menyerangmanusia di seluruh dunia, sehingga menyebabkan negara-negara di dunia sangatwaspada, dan menetapkan untuk melakukan kegiatan dari rumah saja, serta harussocial distancing untuk menjaga agar memperlambat penyebaran virus koronatersebut. Menurut WHO (2019), Corona virus merupakan keluarga besar virus yangmenyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia biasanyamenyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai flu biasa hingga penyakityang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan SindromPernafasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) (Nahdi et al.,2020; Wax & Christian, 2020). Corona virus merupakan jenis baru yang ditemukanpada manusia sejak kejadian luar biasa muncul di Wuhan, Cina, pada Desember2019, kemudian diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2(SARS-COV2), dan menyebabkan penyakit Coronavirus Disease-2019 (COVID- 19).Pandemi Covid-19 membuat beberapa sarana umum mati atau ditutupsementara, termasuk sekolah yang membuat kegiatan belajar mengajar dialihkanmenjadi kegiatan pembelajaran jarak jauh demi keamanan dan kesehatan. Hal initentunya berdampak untuk orang tua, dimana orang tua harus memberikanpembelajaran pada anaknya di rumah.Sun, Tang, dan Zou (2020) menyebutkan bahwa dampak covid ini membuatkegiatan belajar dilakukan dengan jarak jauh bagi semua elemen khususnyapeserta didik dan pendidik, hingga orang tua. Tentu hal ini menuai pro dan kontra,banyak orang tua yang mengungkapkan bahwa mereka merasa keberatan ketikaanak belajar di rumah, karena di rumah anak merasa bukan waktunya belajarnamun mereka cenderung menyukai bermain saat di rumah, walaupun di situasipandemi seperti ini. Namun, tidak sedikit juga orang tua yang setuju dengandiberlakukannya sekolah daring ini, karena tentu saja keamanan dan kesehatanpara siswa terjamin karena tidak bertemu dengan orang banyak setiap harinya,dimana resiko tertular virus sedikit. Maka disini akan terlihat bagaimana pola asuhorang tua saat belajar di rumah.


2016 ◽  
Vol 3 (suppl_1) ◽  
Author(s):  
Sarah Batawi ◽  
Basem Alraddadi ◽  
Nehal Tarazn ◽  
Rajaa Al-Raddadi ◽  
Anees Sindi ◽  
...  

Author(s):  
Pamayyagari Kalpana

Ever since the outbreak of pandemic novel corona virus (severe acute respiratory syndrome corona virus 2 (SARS-CoV-2)), from December 2019, researchers worldwide are working round the clock to identify the drug targets and suitable treatment options. A better knowledge of virus diversification and evolution may be critical in preventing and treating the spread of such pathogenic viruses. This article reviews the evidences available regarding the genome sequence studies of severe acute respiratory syndrome corona virus (SARS-CoV), middle East respiratory syndrome corona virus and SARS-CoV-2 that support the quasispecies nature of virus. Further few concepts of reoccurrence, relapse and reinfection of corona virus were also summarized.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document